Selamat membaca
Menghilangkan Benci Dan Dendam Dengan Petunjuk Quran dan Hadist
semoga bermanfaat

Jalan Ukhuwah

Menghilangkan Benci Dan Dendam Dengan Petunjuk Quran dan Hadist

" Daku hanya mengingatkan pada yang lupa, juga mengingatkan pada diri sendiri "

Menghilangkan Benci Dan Dendam Dengan Petunjuk Quran dan Hadist

Assalaamu'alaikum...

Tiada bosan penulis ucapkan salam kepada semua saudaraku seiman yang tentunya telah mendapat hidayah untuk membersihkan qalbunya dari penyakit hati yang sangat berbahaya untuk fisik dan mentalnya. Sehingga diberi petunjuk untuk sudi membaca tulisan ini yang mungkin bisa jadi masukan atau saran untuk kita semuanya. Ialah Benci dan Dendam, yang merupakan penyakit yang tiada memiliki wujud fisik yang nyata, dan merupakan dua di antara beberapa macam penyakit hati yang sangat merugikan diri si pelakunya.

Secara bahasa Benci adalah suatu perasaan tidak suka, ketidak tertarikan seseorang terhadap sesuatu, dan banyak juga disebutkan bahwa benci itu adalah lawan kata dari cinta dan kasih sayang. Sedangkan Dendam dalam bahasa arab hiqid yang berarti permusuhan dalam batin yang menanti-nanti waktu yang tepat untuk  membalaskannya. Secara bahasa dendam adalah rasa marah yang tidak terlampiaskan atau tidak tersalurkan sehingga di dalam hati menjelma menjadi sifat buruk yang selalu berkeinginan membalas perbuatan orang lain. Dengan catatan yang dimaksud dengan benci dan dendam dalam tulisan ini adalah merujuk kepada hubungan kepada sesama kita, manusia terutama di antara seorang muslim dengan muslim lainnya.

Adalah sangat wajar, sebagai manusia yang menjalankan hidup dan qodratnya sebagai makhluk sosial yang sangat membutuhkan adanya orang lain dalam hidupnya. Tentu sebagai manusia yang juga tiada sempurna bisa melakukan suatu kesalahan yang mungkin disengaja atau tidak dengan niatnya. Hal inilah yang sering menimbulkan benci, benci dan benci yang terus disimpan dalam hatinya sampai pada tahap dendam yang selanjutnya mencari cara untuk membalaskan semua perbuatannya karena hanya hal itu yang mungkin akan jadi penawar rasa Benci dalam hatinya. Na'udzubillah.

Saudaraku, sebagai seorang muslim tentunya kita berpegang dengan dalil dan aturan yang telah ditetapkan untuk kita, kita tentunya menjadikan al-quran sebagai kitab pedoman hidup yang didukung dengan hadist dari Rasulullah. Tahukah kita saudaraku jika kedua hal ini, Benci dan Dendam merupakan sifat yang tiada terpuji yang pasti tak akan pernah mendapat ridho Allah. Dan paling bahayanya sifat ini dapat menghabiskan semua amalan baik dan menuntun kita ke neraka. Semoga kita tidak termasuk di dalamnya, Amin.

Sekarang mari kita merujuk kepada diri kita sendiri. Mungkin pernah ada rasa benci dan dendam dalam hati. Apakah yang kamu rasakan saudaraku? Bukankah benci dan dendam itu menyiksa batinmu? Apakah ada kepuasaan yang hakiki di dalam qalbumu andai jika melihat orang yang engkau benci harus mengalami luka yang sama dengan yang kamu rasakan? Atau andai jika dendam yang telah engkau balaskan, akankah apa yang membuatmu mendendam itu akan kembali kepadamu? Sehingga silaturrahmi pun akan terputus, padahal dalam hadist Rasulullah bersabda :

“Tidaklah halal bagi seorang muslim untuk meninggalkan saudaranya lebih dari tiga malam. Keduanya juga saling bertemu, tetapi mereka tidak saling mengacuhkan satu sama lain. Yang paling baik diantara keduanya yang terlebih dahulu memberi salam”. 
(HR. Muslim)

Andai saja kita jujur, pasti benci dan dendam membuat hatimu panas terbakar amarah, menghilangkan ketenangan hatimu, membuatmu bersikap tidak karuan, menghilangkan seleramu kketika berjumpa dengan seseorang yang engkau benci. Coba pertimbangkan, apakah itu menguntungkan atau bahkan merugikan dirimu? Andai saja kita jujur saudaraku.

Karenanya, mari kita hindari diri dari sifat ini karena pada hakikatnya merugikan diri kita secara lahir dan batin. Islam sebagai jalan yang lurus untuk semua ummat dapat memberikan solusi yang baik untuk menuntun kita ke jalan yang benar. Ada banyak solusi menghilangkan rasa benci dan dendam di hati kita. Ialah :

- Banyak-banyaklah berdzikir (mengingat Allah),

insyaallah akan ada ketenangan di hatimu sebagai mana firman Allah :

"Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah (zikrullah) hati menjadi tenang".
[Q-S Ar-Ra'd ayat 28.]

- Bersabarlah

Dari Abu Hurairah R.A., Rasulullah saw bersabda, Orang yang hebat itu bukanlah orang yang kuat pukulannya, sesungguhnya orang yang kuat adalah yang mampu mengekang hawa nafsunya ketika marah. (H.R. Bukhari dan Muslim)
*mengekang hawa nafsu tentunya memerlukan kesabaran dan keimanan yang kuat.

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
[Surat Ali Imron 3 : 134]

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
[Q.S Al-Baqoroh 2 : 153]

- Jadilah Seorang Pemaaf

Allah berfirman :

"...Maka barangsiapa yang memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas tanggungan Allah." 
[Q.S.Asy-Syura : 40]

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

[Q.S Ali Imron 3 : 159]

Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.

[Q.S Al-Baqoroh 2 : 263]
Dalam hadist :

"Rasulullah SAW bersabda, "wahai Uqbah, bagaimana jika kuberitahukan kepadamu tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? Hendaklah engkau menyambung hubungan persaudaraan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, hendaklah engkau memberi orang yang tidak mau memberimu dan maafkanlah orang yang telah menzalimimu."
 (HR.Ahmad, Al-Hakim dan Al-Baghawy).

"Ada 3 hal yang apabila dilakukan akan dilindungi Allah dalam pemeliharaanNya dan ditaburi rahmatNya serta dimasukkanNya ke dalam surgaNya yaitu : apabila diberi iia berterimakasih, apabila berkuasa ia suka pemaaf dan apabila marah ia menahan diri"
[HR. Hakim dan Ibnu Hibban]

- Biasakanlah diri Berperasangka Baik


Dalam al-quran Allah berfirman :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia sangat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia sangat buruk bagimu. Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” 
[Q.S. Al-Baqarah : 216]

”Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebahagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain.Sukakah salah seorang diantara kamu, memakan daging saudaranya yang sudah mati ?.Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.Dan bertakwalah kepada Allah Tuhan Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
[QS.Al-Hujuraat :12]

- Ingatlah bahwa Dendan dan Benci itu merugikan dirimu sendiri

Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umat terdahulu yaitu penyakit sombong, kufur nikmat dan lupa daratan dalam memperoleh kenikmatan. Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megahan dengan harta. Mereka terjerumus dalam jurang kesenangan dunia, saling bermusuhan dan saling iri, dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan kezaliman (melampaui batas).
(HR. Al Hakim)

Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). 
[Q.S Al-Maidah : 91]

- Jangan Sombong dan menganggap diri paling benar
Mari kita koreksi diri, adanya kejadian pasti karena ada penyebabnya. 

"Tidak akan masuk syurga siapa saja yang di dalam hatinya ada seberat biji sawi dari kesombongan."
[HR. Muslim]

- Ikhlas dan Tawakkallah

Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya,dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,  dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki
[Q.S Al-Falaq 1-5]

Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan,Dan katakanlah: "Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan,Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku."
[Q.S Al-Mu'minuun 96-98] 

-Dan jika benci dan dendam itu tak jua hilang, maka ingatlah kebaikannya saja, mungkin ada kebaikan yang pernah ia lakukan untuk kita, jangan selalu memikirkan keburukannya, kejahatannya dan sifatnya yang kurang terpuji, Insyaallah hati kita akan terobati.


Itulah yang dapat penulis sarankan dalam perkara Menghilangkan Benci Dan Dendam di hati kita. Semoga Petunjuk dan hidayahNya selalu bersama kita.

Mari sama-sama kita berdoa,

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu, teguhkanlah hati kami diatas ketaatan kepadamu,arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepadamu, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”
Amiin, ya Robbal 'aalamiinnn...

Semoga bermanfaat untuk kita semuanya,

“Manusia akan tetap berada di dalam kebaikan selama dia tidak mempunyai rasa benci.”
(HR. Thabrani)

Wassalam :)
Silahkan Bookmark and Share artikel ini:
Written by: Muchlis Al-Habibi
Al-Kautsar_@n Islamic Side Updated at: 1:34:00 AM

50 komentar

Anonymous said...

Klo org yg kita benci tu satu rumah dgn kita bagaimana? Stiap melihat orgnya pasti sebel,benci dan dendam yg teramat sangatnya bikin gila. Ada satu hari hati tenang tdak ada kebencian seikit pun pada org nya. Tpi kebencian tu lebih dahsyat dri rsa kesedaran dan kemaafan itu.. Tolong brikan solusi yg dpat menginsafkan jiwa.

Muchlis Al-Habibi said...

Alhamdulillah...., andai saya bisa tahu nama saudara, saya ucapkan terimakasih telah berkunjung.

Benci dengan orang yang satu rumah.
Na'udzubillah....
Saudaraku..., andai ia adalah keluarga, tanamkan dalam hati, bagaimanapun sedarah dengan saudara.
Ada hal yang paling mudah dikerjakan, coba dengan hati yang tenang, satu rumah pasti sudah menjalani hari2 bersama, ingatkan dalam hati dan pikiran saudara kepada kebaikannya saja. Walaupun mungkin kebaikannya hampir gak ada, tapi ingatlah yang ada walau sedikit.
Saudaraku..., jika jua tak bisa, coba sayangi diri sendiri.
tentunya dengan mencoba ikhlas untuk memaaffkan. "Apapun itu aku telah memaafkanmu"
Banyangkan sakitnya saudara setiap kali bersua atau ingat, tanya diri sendiri, siapa yang rugi? Saudara bisa bad mood, emosi, serba salah. Yang rugi saudara sendiri.
ketiga, coba saudara pahami kembali dalil2 di atas. Coba saudara tanamkan dalam hati dan pikiran saudara, hidarkan diri dari bisikan syetan.

dan jika tidak jua, cobalah untuk tidak satu rumah dulu. Secara rasio.., kesenjangan atau jarak dapat memupuk persaudaraan jadi lebih baik.

Semua kuncinya ada dalam hati saudara. Wallahua'lam :)

Anonymous said...

Izin untuk menggunakan sebagian artikel ini dalam tulisan saya akhi...

Muchlis Al-Habibi said...

silahkan akhi..., semoga bermanfaat :)

januar surya said...

syukron artikelnya. sangat bermanfaat.

bisnis online menguntungkan, akses www.kiostiket.com

Anonymous said...

tanam kan iman dalam bertutur sapa pada keluarga jangan lupa ahlak mu dan juga ama orang lain .................... amin

Muchlis Al-Habibi said...

Alhamdulillah.....,
Terimakasih atas komentarnya akhi Januar dan anonymous...
smoga bermanfaat :)

hatingmyself said...

Assalamualaikum...saya tertarik dgn nota yg ditulis saudara...saya mempunyai masalah dengan kawan2 rapat...wlupun sy tau mereka tidak mnyukai saya namun sy cuba abaikan...saya snggup dtg dr seberang smata2 utk mnghdiri knduri kahwin kawan.,,tp stlah brssh payah, still kwn2 yg lain ckp blkg...bkn nak mnuduh, but i see at their face and gesture...hurm,xpasal2 sy sggup balik wlupun dh abeh brtus2(im penggnggur k amd even amt just ratus2 bg sy still bnyk)...ntahla first time rsa ptus asa dgn dorg smpi sggup larikan diri...ntahla...sy sndiri xtau pe yg sy but as i come to met them, sy dh bniat utk jga tgkh laku spya dorg x trasa ht o watever bad things laa.,.bila jmpa sorg, ntahla mcm ok je...bolh mluah2...but ble dh jmpe mmbe yg lain, sy rsa trpinggir...seriously mcm org asing...entahlaa kan...just nak mluah ape yg trbuku...btw sy mmg ngaku mmg x rmi kwan n sy anggap dorg is my true fren...tp ble jd cmni...dh xnk dh nk bsmpati or fk wateva +things psl dorg...thanxs for the notes ya,..will took it as advices :)

Muchlis Al-Habibi said...

alhamdulillah...., syukron atas dah singgah dan komentar kat posting nih.. ( cuba sdikit cakap malay, heheh ).
masalah saudara ( tak tahu nama pula, tak mungkin saya panggil hatingmyself ) dah saya paparkan dalam tulisan ini. cuba fahami lagi bagian sabar.

usaha saudara dah menyambung silaturrahmi tiada sia2, Allah Maha Melihat dan Penyayang. Tidak hal itu harus membuat saudara berputus asa kepada ridha Allah, andai mereka belum jua mahu membalas kebaikan saudara, ikhlas dan tawakkallah. doakan kebaikan atas mereka. bersihkan hati saudara dari perasangka2 yg ianya hanya akan undang kehadiran syetan laknatullah.

kembali kepada diri saudara sendiri, cubalah untuk tetap muhasabah diri. ada perkara pasti ada penyebabnya. setelah itu mohon ampunlah kepadaNya.

semoga Allah memberi cahaya kepada saudara dan kepada karib saudara yg skrg menjauhi saudara.

Amiiin...

Damayanti Childiesh said...

IZIN untuk menggunakan artikel ini dalam blog saya

Muchlis Al-Habibi said...

silahkan Mbak.....
mohon sertakan sumbernya :)

Anonymous said...

aslmkm..
apakah salah klo sy slalu msekeluarga.enghindar dr org yg pernah nyakitin saya sekeluarga? walaupun dia adalah nenek dan tante saya sendiri. saya trauma krn mereka pernah hampir menghancurkan rumah tangga orang tua saya akibat adu domba mereka. rasa hormat dan kasih sayang saya serasa sdh hilang. jd sy memutuskan memilih "tidak bersinggungan dgn mrk", ketika mereka mulau meminta maaf .
tetapi ibu sy memperingatkan utk ttp menghormati nenek. kenapa? apa gara3 tdk hormat lg dgn nenek sy termasuk durhaka? bukankah yg wajib utk berbakti itu hanya kepada ibu dan ayah sj (pst bkn nenek). terimakasih.. salam

Anonymous said...

istri saudara kembar suami saya sangat membenci saya slamj 3 thn sy menikah dy tdk prnh menyapa apalagi mengajak bicara sy,padahal sy udh prnh minta maaf dg suami tp trnyatat dy ttp benci pd sy bahkan ketika sy mengajak bersalaman dy malah melengos mukanya yg lbh parah lg anak2nya dilarang utk bermain dg anak sy.menurut anda apa yg seharusnya sy lakukan?kl sy pengenx rukun sm saudara bhkan sy heran knp dy bdg
itu benci pm sy

Muchlis Al-Habibi said...

Assalamu'alaikum....
sayang sekali yang komentar tidak sebutkan nama..
tapi tak apa2 lah....
untuk sahabat saya (menghindari nenek/tante)
memang..., sangat beraat. secara manusiawi kita memiliki rasa trauma. Jujur andai saya ada di posisi itu, saya akui itu sangaaaaaaaaat sulit sekali, sebagai acuan mungkin sahabat pernah dengar hadist ini,,,
Suatu hari Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah, ‘’Wahai Rasulullah, pernahkah engkau mengalami hari yang lebih buruk dari Perang Uhud?’’ Rasulullah menjawab, ‘’Suatu hari aku pernah menemui kaum yang sangat kejam yang belum pernah aku temui, yaitu hari di mana aku menemui kaum kampung aqobah (di Thaif), ketika aku ingin menemui (untuk meminta perlindungan, sekaligus menyebarkan islam) Ibnu Abi Yalil bin Abdi Kulal (salah satu pembesar di Thaif), tetapi dia tidak memenuhi keinginanku, lalu aku pulang dalam keadaan wajahku berdarah (karena perlakuan warganya yang melempaliranya dengan batu). Ketika aku berhenti di Qarnul Tsa’alib (Miqat Qarnul Manajil), aku melihat ke atas dan awan memayungiku sehingga aku merasa teduh. Lalu, aku melihat Jibril memanggilku, seraya berkata: ‘’Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan (hinaan) kaummu dan penolakan mereka kepadamu. Allah telah mengutus malaikat penjaga gunung terhadapmu.’’

‘’Ya Muhammad,’’ sahut malaikat penjaga gunung. ‘’Jika engkau mau supaya aku melipatkan Akhsyabain (dua gunung di Makkahm, yaitu gunung Abi Qubaisy dan gunung yang menghadapnya) ini di atas mereka, niscaya akan aku lakukan.’’ Namun, Rasulullah SAW malah berdoa (tidak ada sedikit pun keinginan untuk membalasnya). Bahkan, aku berharap mudah-mudahan Allah mengeluarkan dari tulang rusuk mereka (keturunan) yang menyembah Allah yang Esa dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun (HR Bukhari Muslim).

hadist di atas shahih dari Bukhari Muslim, sebagai inspirasi akhlak Rasulullah SAW terhadap orang2 yang membencinya. Bahkan malaikat sendiri tidak tahan melihatnya. Tapi dengan tenang Beliau tetap lembut hatinya serta memilih untuk mendoakannya dan keturunannya agar suatu saat berada di jalan Allah.

Secara rasa manusiawi, saya coba kasi pandangan untuk sahabat.
titik berat kepada kalimat "ketika mereka mulau meminta maaf .
tetapi ibu sy memperingatkan utk ttp menghormati nenek"
artinya bagaimana pun orang tua kita itu, adalah mereka jua orang tua kita. Seburuk apapun itu....!!!
Jangan sekali2 ada dendam di hati..., ketahui bahwa dendam dan sifat tidak pemaaf itu adalah berasal dari rasa sombong, tinggi hati krna godaan syetan. Ingat jika orang yg memiliki sombong di hatinya tak akan masuk surga (hadist)
Kalimat sahabat yang ini "apa gara3 tdk hormat lg dgn nenek sy termasuk durhaka? bukankah yg wajib utk berbakti itu hanya kepada ibu dan ayah sj (pst bkn nenek)"
mbak benar..., setahu saya durhaka dalam quran dan hadist hanya kepada orang tua kita. Mbak gk dikatakan durhaka jika ada benci di hati kepada nenek.
saya kasi analogi ya. untuk solusinya mungkin bisa dengan :
1. Ingat kan tentang arti maaf secara hakiki, maaf itu adalah betul2 ikhlas dan bersih hatinya untuk menerima kenyataan dan keadaan seseorang, ketika ia meminta maaf, harusnya hati telah bersih dari dendam dan benci.
2. Coba bayangkan perasaan ibu sahabat juga, bagaimana perasaannya jika anak2nya membenci ibu kandungnya sendiri. seorang anak pasti sangat mencintai ibunya. Andai sahabat ada pada posisinya, insyaallah sahabat mengerti.
3. Sebagai masa recovery diri.., sahabat boleh saja seperti menghindar (sementara, bukan berkepanjangan) utk menyembuhkan luka. Cukupkan dengan kejadian di masa lalu adalah sebagai pelajaran untuk kita. Setidaknya sahabat dah tahu bagaimana sifat nenek dan tante sahabat.
Saya jujur, saya sudah merasakan apa yang sahabat rasakan,... itu yang saya selalu berusaha untuk melakukannya. smoga Allah memberi petunjuk dan ketentraman di hati kita. Amiiiin

Muchlis Al-Habibi said...

sahabat saya yang bertanya tentang istri dari kembaran suaminya....
Mbak..., ada beberapa saran dari saya yang mungkin bisa mbak lakukan
1. Tentang mbak yang dah minta maaf tapi tetap saja keras hatinya. Mbak harus ingat bahwa yang menggenggam hati kita itu adalah Allah, Allah yang membolak balikkan hati kita. Allah yang berhak memberi hidayah kepada hambaNya. Klu mbak dah minta maaf, tapi masih juga ia keras, biarkanlah..,sabar dan doakan supaya Allah memberi hidayah kpda hatinya. Setidaknya Tali silaturrahmi itu dah mbak sambung kembali. Allah Maha melihat. Kekerasan hatinya merupakan cobaan untuk mbak, apakah mbak akan mengikuti hatinya atau mbak tetap dalam keadaan menjaga silaturrahmi dengannya. Klu istrinya blm mau akur dengan mbak..., ya biarlah waktu yang menjawabnya. Mbak juga gak tinggal dengan dia kan??
yg tinggal sama mbak itu adalah suami dan anak2 mbak tooh?? Tapi harus selalu hormat, bagaimana pun mereka itu family mbak.
2. Klu mbak ingin akur dengan dia, coba instrospeksi diri dulu, jgn langsung salahkan orang lain dari sikapnya. Coba ingat kembali apa yang membuat hatinya keras seperti itu kpda mbak. atau mungkin tambahan, coba cari hal2 yang mungkin membuat hatinya senang dan suka sama mbak. Dengan catatan, mbak bukan mengemis kasih padanya. Lakukan dengan sewajarnya saja, jgn terlalu merendahkan mbak.
3. tentang anak2nya yang dilarang bermain dengan anak2 mbak..., itu salah saru akibat dari ketidak rukunan mbak dengan dia. Gak usah mbak ikut2-an larang anak2 mbak utk melakukan hal yang sama. Klu orang dah benci kepada kita.., biarlah..., toh anak2 mbak masih banyakkan kawan2nya?? bagaimanapun mbak harus selalu berusaha untuk tetap berbuat baik kpda ayah ibunya dan anak2nya. Allah Maha melihat dan Maha Tahu...
itu mungkin saran saya.
Walloohua'laam
wassalam

Anonymous said...

Assalamualaikum, gimana untuk menghilangkan rasa marah dendam apabila mengetahui suami telah berselingkuh bersama teman baik saya, dan telah melakukan zina? Hati saya kecewa amat, tetapi suami telah menyadari kesalahannya dan telah memohon ampun dan maaf, dan telah bertaubat.

Tapi hati saya masih pedih, antara rasa luka, marah dendam terutama kepada perempuan itu, Tegar sungguh dia melakukan sedemikian sedangkan saya ini teman baiknya dan sering membantunya ketika dia kesulitan.

Muchlis Al-Habibi said...

wa'alaikumsalam....
Pesan di FB sudah masuk dan telah saya balas...
afwan karena kesibukan saya tak sempat membalas dengan cepat...

Perkara masalah mbak tersebut, iya...., wajar mbak memiliki rasa itu. Bagaimana tidak seorang sahabat sendiri tega bermain di belakang mbak, saya mengerti perasaan mbak sebagai perempuan, itu sangat sakit.
Tp, yang namanya benci dan dendam itu pula tidak baik disimpan dalam hati, ada beberapa hal yang mungkin bisa jadi solusi untuk Mbak :

1. Allah berfirman :
Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik
Q.S. Al-Hijr 15 : 85

dari ayat itu telah nampak jelas supaya kita memaafkan seseorang itu dengan cara yang baik.

2. Jika kembali dalam kepada sejarah, coba kita ingat tentang Abu Bakar r.a yang tidak akan memberi apa2 lagi kepada orang2 (termasuk kerabatnya) yg menyebarkan keburukan kepada Aisyah r.a , kemudian Allah menegur Beliau dgn turunnya ayat ini :

Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema'afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
Q.S An-Nur 24:22
intinya, lapangkanlah dada, jangan jadikan beban, perkara dosa adalah urusan Allah, bukankah mereka sesudah mendapat hukuman atas perbuatan mereka itu (Dosa)..??

3. Perlu mbak ingat bahwa setiap kita manusia memiliki nafsu dan tak luput dari khilaf dan salah. Allah Maha membolak-balikkan hati, begitu jua iman terkadang naik dan turun, di saat iman itu terkalahkan nafsu, jangankan suami sahabat sendiri, bahkan, (maaf) orang tua atau saudara sendiri pun bisa melakukannya. Tetapi pasti Benar, setiap kita ingin terhindar dari dosa, Allah Maha pengampun, jika mereka telah bertaubat kenapa Mbak harus terus membencinya?? Bagaimana pula maaf yang mbak berikan kepada suami mbak?? Bagaimana cara mbak memberinya maaf sementar suami mbak jua adalah pelakunya?
4. Jalan terakhir jika jua hati itu masih keras juga, coba mbak baca dan pahami wasiat Rasulullah menjelang ajalnya :
Ibnu Mas’ud berkata: ”Ketika dekat wafat Nabi Muhammad SAW
berkumpullah kami di rumah Ibu kita Aisyah. Kemudian Beliau memandang
kami dan bercucuranlah air matanya.


Mereka berkata:
”Ya Rasulullah, engkau adalah Rasul kami
dan kepala kumpulan kami. Serta penguasa perkara kami. Jika engkau
harus pergi, lalu kepada siapakah nanti kami akan kembali dalam
menghadapi kesulitan?”


Nabi Muhammad SAW bersabda :
”Aku tinggalkan kamu pada jalan kebenaran dan jalan
yang bersinar dan aku tinggalkan untuk kamu dua penasehat: Yang
berbicara dan yang diam. Yang berbicara adalah Al-Qur’an, sedang yang
diam adalah kematian. Apabila ada sebuah kesulitan pada kamu maka
kembalilah kepada Al-Qur’an dan Sunnah, dan apabila hatimu keras
membantu lembutkanlah dia dengan mengambil pelajaran dengan hal ihwal
kematian.”


Semoga bermanfaat mbak… 
wassalam

tita said...

Saya punya teman cewek dikuliahan, dulu satu SMA sm saya, dari dulu setiap saya suka dengan seorang laki2 dia selalu ikut2 suka dengan laki2 yang saya suka itu dan selalu ganjen dengan laki2 yg saya suka. Waktu dulu saya masih SMA saya masih mau memaklumi dia, tapi waktu kuliah ini saya sangat membenci dia. Sebenarnya saya kasihan pada diri sendiri, Karna membenci orang lain pun gk ada gunanya, tapi mau gimana lagi, hati saya terlanjur membenci dia dan mau menghilangkan rasa itu pun sulit. Tolong beri solusi . trimakasih

ungukusuka said...

Assalamualaikum, terimakasih sudah menulis artikel yg begitu menyejukan hati say, saat ini saya memeang sdg dibenci sseorang krn membela kebenaran, kebenciannya begitu saya rasakan teramat sangat, tp saya yakin Allah maha adil, dan maha mengetahui, tetapi, bagaimana saya menghadapi orang tersebut? Saya sudah berusaha berlapang dada dan meminta maf untuk kesalahan yang tdk pernah saya perbuat, demi menyambung tali silaturahmi, tp yg saya dapatkan hanya cacian dan makian, demi Allah saya sedih sekali, sakitrasanya hati ini..
mohon solusinya, supaya saya tetap berlapang hati dan menjauhi sifat benci..
terimakasih
wassalam

Anonymous said...

Assalam...sy ada seorang kakak angkat..pada satu hari..trjd slah pham antara kami..skrang perasaan sayang bertukar menjadi benci terhadap diri sy..ape yg harus sy lakukan...sy bingung..

Muchlis Al-Habibi said...

Mbak Titi Said, problemnya agak rumit ya?? Perkara asmara…, waduuuhh
Hehehhe.
Karna sebenarnya, untuk sekarang saya tidak berpacaran, makanya saya posting artikel tentang pandangan islam tentang pacaran.
tapi tak apalaah, mungkin bisa saja jika dengan batas nya. Hehehe
krna saya juga dulu pernah pacaran, saya mengerti apa yang Mbak tanyakan dan bagaimana rasanya.
jengkel ya? Menghadapi orang yang seperti itu rasanya…, waaah…, aneh rasanya.
Mungkin solusi yang bisa saya anjurkan adalah Mbak cobalah untuk berbaik sangka. Mungkin saja kawan mbak itu gk ada niat untuk merebut kekasih mbak. Atau mungkin jika itu dia lakukan ada factor yang bisa saja mendasarinya. Coba mbak ingat dulu mungkin di masa lalu pernah ada masalah dengannya yang membuat dia selalu mengganggu hubungan mbak. Atau mungkin memang kawan mbak memiliki sifat yang seperti itu, namanya Allah menciptakan manusia dengan berbagai sifat, tp jangan merasa jengkel dengannya secara berlebihan. Kerna Allah menciptakan segalanya dengan tidak sia-sia. Coba tarik hikmahnya, setidaknya dengan tingkahnya yang seperti itu mbak jadi membaca artikel ini toh??
heheeh. Solusi lain juga yang bisa smaya sarankan, apakah mbak yakin dalam memilih seorang calon ppendamping hidup? Coba cari cara untuk yakinkan dia supaya gak tergooda dengan bujuk rayu perempuan lain. Arinya sebenarnya jika mbak percaya jika calon pendamping hidup mbak itu adalah setia, ya weees, mbak gk perlu pikirkan berlebih. Bagaimana mungkin calon pasangan mbak itu berpaling jika dia betul-betul setia dan berhati mulia.
mungkin itu saran saya mbak, berbaik sangka, kenali lebih baik calon pasangannya, terus menjaga hati agar tidak terbawa suasana. Bagaimana pun ini hanyalah hiasan dunia.
wassalam 

Muchlis Al-Habibi said...

Ungu kusuka, dengan masalah seperti itu, kamu harusnya berhati-hati dengan tindakan yang mungkin bisa menghapus pahala dari niat, Ingat..!! benci yang kamu rasakan adalah bisikan syetan laknatullah. Jangan sampai merasa perbuatan baik harus mendapat balasan baik dari seseorang. Sisi ikhlasnya adalah ujian yang nyata. Bukankah kita selalu berniat dengan ujung kalimat “karena Allah” ? Coba pertahankan pemahaman tentang yang kamu bilang tadi, “tp saya yakin Allah maha adil, dan maha mengetahui” ,

Tetap ingat dalam qalbu , dalam Q.S Al- An’aam ayat 162 Allah berfirman,
“sesungguhnya shalatku, hidupku dan matiku hanya untuk allah semata”

Perbuatan kamu tentang meminta maaf kepadanya walau tidak merasa ada kesalahan sama sekali itu sudah merupakan sebuah nilai tambah. Allah tiada tidur. Silaturrahmi telah diusahakan tersambung kembali, ingat..!! Q.S al-Baqarah 142 :

Orang-orang yang kurang akalnya diantara manusia akan berkata: "Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?" Katakanlah: "Kepunyaan Allah-lah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus".

Sakit hati yang kamu rasakan biarkanlah hanya sebatas disana saja, jangan sampai memendam. Berdoa kepada Allah agar dia mendapat petunjuk.
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). [Q.S. Ar Rahman: 60]
Itu cukupkan Allah yang akan membalasnya, jika manusia membalas dengan kebaikan pula, alhamdulillaah. jangan bersedih hati, Allah selalu beserta orang-orang yang sabar 
wassalam

Muchlis Al-Habibi said...

anonymous.., mungkin perkara akan semakin jelas jika saya tahu mengapa sekarang perasaan kasih itu jadi benci.
jika saya tidak tahu perkaranya , saya hanya bsa kasi solusi untuk tetap berpegang kepada kebenaran, bersihkan hati dari dendam dan benci. Kerna sesungguhnya perasaan seperti itu menyiksa diri kita sendiri. Coba lakukan beberapa langkah yang sudah saya uraikan dalam tulisan saya.
terimakasih
wassalam :)

De Virari said...

terima kasih Saudara atas tulisannya... Tulisan ini menjadi pencerah dan penolong untuk menjadi penenang hati kami. Semoga amal kebaikanmu dibalas dengan berkah yang luar biasa dari Allah SWT. Boleh saya kutip ya...

Muchlis Al-Habibi said...

De Virari....
afwan, sama-sama...
semoga semangat dakwah tetap subur...
silahkan dishare atau dikutip

mohon tuliskan sumbernya :)
wassalam

Anonymous said...

Mas boleh saya meminta pendapat?, dahulu kami dekat bahkan bersahabat, lalu timbul perasaan diantara kami dan kamipun berpacaran. Tapi, setelah 18 bulan, sikapnya berubah, kebohongan demi kebohongan pun terungkap, Ternyata ia mendekati adik tingkat saya, saya mempertemukan keduanya agar bisa jujur pada saya. Ternyata org itu lebih memilih putus dengan saya dan memilih adik tingkat saya. Setiap ia butuh sesuatu ia akan menghubungi saya sampai ia mendapat apa yg ia butuhkan. Terlebih lagi wanitanya yg sekarang seringkali mempublish foto kemesraan mereka. Bagaimana cara agar menghilangkan sakit hati saya ketika melihat kedua orang itu?
saya merasa tak sanggup lagi untuk bersahabat dengannya

Anonymous said...

Assalamualaikum. Nama saya Anita. Umur 21. Sebelum ini saya gadis yang sangat periang. Tapi akhir2 ini saya berubah drastis menjadi gadis kesepian dan murung ada kemungkinan sifat dendam dan benci yang membuat saya seperti ini. Sebelumnya saya pernah punya kekasih, bahkan kami sangat faham satu sama lain. Sampai akhirnya dia tiba2 menghilang tanpa pesan apapun dan yg membuat saya benci dia membawa lari barang paling berharga yang saya miliki. Dengan rasa benci itu sempat saya ingin report ke polisi. Tapi setelah saya fikir2, saya merasa kasian dengan dia. Setelah beberapa bulan akhirnya saya bisa menerima kenyataan dan sudah bisa melupakan dia. Masuk bulan ke 4 sahabat sayang menunjukkan foto kekasih saya itu dengan perempuan lain. Kemudian muncul kembali rasa benci dan dendam. Semakin saya memcoba menghapus dan melupakan semakin besar pula dendam dan rasa benci itu. Sampai sekarang benci dan dendam membuat saya benar2 berubah. Terlebih lagi saya jauh dengan orang tua itu membuat rasa kesepian. Apa yang harus saya lakukan pak? Wa'alaikumslam

Anonymous said...

Assalamualaikum.. saya memiliki kekasih yg tinggalnya diluar kota dan dia memiliki teman dekat seorang wanita yg telah bersuami dan sy juga berteman dgn wanita itu walau tdk pernah ketemu dan jarang berkomunikasi. Saya mulai membenci wanita itu semenjak saya mengetahui bahwa mereka saling telp2nan dan selalu memberi kabar satu sama lain tidak melihat waktu. Dan saya pernah mempertanyakan apa hubungan mereka dan kekasih saya bilang wanita itu sudah dianggapnya saudaranya/kakaknya tapi hati saya gak percaya mulai saat itu ketika saya melihat, mendengar,membaca semua tentang wanita itu kebencian saya memuncak. Mohon akhi bantuan buat solusi untuk menghilangkan rasa benci saya.. krn sampai skrg mereka masih saling berhubungan malah saya lihat di status media grup yg kekasih saya menjadi adminnya, wanita itu buat status kangen.. dan saya semakin membencinya.. sebelumnya terima kasih bantuan solusinya.. wassalam

Anonymous said...

Assalamualalaikum,nama saya martini .mau bertanya dan minta pendapatnya.
. Bukannya semua orang berhak suka atau tidak suka pada seseorang..? Dan ketika kita tidak suka pada seseorang karna sifatnya yg kurang baik,rasa sopanny kurang dan kurang beretika dan tidak tau orang tersebut masih prawan atau sudah tidak lagi karna pergaulannya yg kurang baik (walaupun blum tentu sifat sya sendiri lebih atau belum tentu baik,karna sya sndiri hanya seorang wanita biasa). Pada saat itu seseorang itu masuk menjadi sodara atau keluarga kita ,contohnya menjadi istri dari kakak pacar/suami kita yg tepatnya menjadi ipar kita sendiri, Padahal sebelumnya kita sudah berusaha menhindarinya karna setiap bertemu dngan orang tersebut, jangankan untuk menyapanya untuk melihat mukanya sja sudah berat hati dan untuk menjaga perasaan yg kurang baik itu dtang pada sya, sya lebih memilih untuk selalu menghindar dan tidak mau tau urusan dia dlam segi apapun itu agar semua tetap baik2 sja tpi pada akhirnya mlah seseorang itu menjadi bagian dari kita juga. Dari pernyataan tersebut sya minta pendapat dan solusi yg benar agar tidak ada pihak yg merasa tersakiti dan terbebani termasuk hati sya sendiri yg kurang menerima orang tersebut karna semua sifatnya.. Terimakasih.
Wassalamualaikum

Anonymous said...

Alhamdulillah saya bersyukur setelah diberi hidayah daripada Allah untuk menginsafi diri yang sangat kotor ini.Terima kasih di atas artikel yg sungguh bermanfaat dan bermakna ini , semoga Allah meredhai hidupmu kerna memberi tunjuk ajar kepada yg lain

Muchlis Al-Habibi said...

Assalamu'alaikum warohmah
Untuk Mbak ( anonymous ) yang tengah menghadapi sakit di hati kerna kekasihnya yang telah dicintainya sampai 18 bulan, kepada Mbak Anita (21 Tahun )
Mbak.., dan kepada Mbak (anonymous) yang punya kekasih diluar kota,
Janganlah kita semua sampai lupa, tiada cinta yang sebenarnya hakiki melainkan hanya milikNya. Ingatkah pesan Rasulullah di saat menjelang azal Beliau,
kalau tak salah kalimatnya seperti ini :
"Kabarkanlah kepada semua ummatku, bahwa siapa saja diantara mereka yang mempertuhankan aku, mengagungkan aku sebagaimana tuhannya, sungguh aku pun akan Muhammad itu pun tiada abadi, tapi jika mereka benar-benar mencitai Allah, maka Allah itulah yang abadi"
(mungkin kalimatnya salah secara dalil, tapi maksudnya yang saya pahami seperti itu ( akhir film the message 1976 ada dipaparkan )

Cinta kepada manusia adalah tiada hakiki Mbak, kita sedang mencintai hamba yang tiada kekal, hamba yang memiliki nafsu yang selalu ada dalam dirinya. Berjumpa dan saling mencintainya dua orang kekasih yang keduanya adalah fana, pasti akhir dari cerita adalah perpisahan, semua perpisahan kerna masalah, bahkan dalam nuansa cinta itu sendiri (berpisah mati) pasti menyakitkan . Namun, tiada salah jika kita mencinta kepada seseorang, kerna kita memang diharuskan untuk mencintai sesama kita. Cinta adalah berkah Ilahi yang jika dilakukan dengan keimanan dan kebaikan akan menjadi ketentraman dan keindahan serta kedamaian kepadanya, tapi jika tidak dengan syarat dan iman yang kokoh, niscaya ia akan menjadi malapetaka yang menghancurkan hati.

Solusi yang bisa saya sarankan ya, kembali kepada tulisan yang saya paparkan, sabar dan ikhlaskanlah. Pandanglah kebaikan darinya. Jika ia lebih memilih wanita lain, relakanlah..!! bagaimana jika ia tetap pertahankan dengan mbak tapi hatinya tidak sepenuhnya kepada mbak? Jika memang ikhlas dan redha itu sudah pernah terjadi ( mbak Nita ) kemudian rasa sakit itu kembali, ketahuilah, Allah berfinman dalam QS. Al-Ankabut : 2-3
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi ?Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
Hakikat dan derajat ikhlas mbak itu sedang Allah uji, apakah iman itu telah kokoh? ataukah masih rapuh? Syetan (laknatullah tak akan lengah melihat peluang dan kelemahan kita).
Jika memang seseorang itu telah dianggap saudara, pasti kedekatan itu akan terjalin. Kerna ada cinta di dalamnya. Jika cinta diantara mereka adalah cinta yang baik dan tiada niat menghianati mbak, itu akan lebih baik kerna saudara bertambah. Berbaik sangkalah. Tapi jika memang hati tetap curiga, berusahalah untuk mendapatkan informasi yang betul2 kebenaran. Jika memang benar, maka musyawarahlah dengan cara yang baik. Bicaralah dengan cara yang baik dan hikmah.
Allah berfirman dalam Qs. Al-Imran : 139
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yg paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman”
Insyaallah solusi akan sama-sama didapat. Tentang keputusan akhir, terserah mbak dan dia sama-sama melihat jalan yang terbaik, itulah hasil musyawarah. Kita semua tahu apa yang terbaik untuk kita jika kita pandai melihat ke arah mendatang.

akhirnya, sebagai tambahan, kita kembali mengambil ihwal dan pelajaran dari Qs. Al-Baqarah : 216
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”

Semoga bermanfaat
wassalam :)

Muchlis Al-Habibi said...

Wa'alaikumsalam warohmah Mbak Martini,
saya belum perrnah baca atau ketahui secara pandangan Islam tentang hak untuk bisa suka atau tidak suka kepada seseorang ( mohon koreksi jika salah dan Mbak menemukan dalil yang menyeru kepada hal tersebut ). Yang saya tahu, membenci itu boleh saja terjadi, jika yang dibenci itu adalah hanya pada sifatnya saja.
Saya teringat dengan kisah seorang sahabat, Abu Darda r.a. Dari Ibnu Asakir dari Abu Qatadah bahwa suatu ketika Abu Darda r.a. melewati seorang lelaki yang telah melakukan dosa. Orang-orang mencacinya. Maka Abu Darda bertanya kepada mereka, "Jika kamu menjumpainya dalam sebuah telaga, apakah kamu akan mengeluarkannya dari telaga itu?"
Mereka menjawab, "Ya."
Kata Abu Darda, "Karena itu, janganlah kamu mencaci saudaramu dan hendaknya kalian semua memuji Allah yang memaafkan kalian."
Mereka pun berkata. "Apakah engkau tidak membencinya?"
Jawab Abu Darda, "Aku hanya membenci amalan buruknya dan sekiranya ia meninggalkan amalan buruknya, maka ia adalah saudaraku."

Bukankah Allah telah menegaskan dalam Al-quran :
“Sesungguhnya kaum mukminin itu adalah bersaudara.” (QS. Al-Hujurat: 10).
Mbak, setiap kita adalah sama di mata Allah, tentang baik buruknya kita adalah hak Allah untuk menghakiminya. Allah melihat kepada hati kita. Berbaik sangkalah.
Jika mbak melihat dia berbuat munkar, berusahalah sebagai saudaranya untuk mencegah dan mengarahkannya kepada jalan yang benar.
Dari Abu Sa'id Al Khudri radhiyallahu 'anhu, dia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu, hendaklah dia merubah hal itu dengan lisannya. Apabila tidak mampu lagi, hendaknya dia ingkari dengan hatinya dan inilah selemah-lemah iman." (HR. Muslim no. 49)
Artinya, perilakunya yang kurang baik merupakan peluang yang Allah berikan kepada Mbak untuk berbuat baik sebagai hambanya yang telah diberi ilmu dan hidayah.
Apakah Mbak tidak menyadarinya, dari masuknya dia sebagai anggota keluarga Mbak?
Jangan mencelanya, kerna itu adalah perbuatan dosa.

“Jangan kalian saling hasad, jangan saling melakukan najasy, jangan kalian saling membenci, jangan kalian saling membelakangi, jangan sebagian kalian membeli barang yang telah dibeli orang lain, dan jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslim bagi lainnya, karenanya jangan dia menzhaliminya, jangan menghinanya, jangan berdusta kepadanya, dan jangan merendahkannya. Ketakwaan itu di sini -beliau menunjuk ke dadanya dan beliau mengucapkannya 3 kali-. Cukuplah seorang muslim dikatakan jelek akhlaknya jika dia merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim diharamkan mengganggu darah, harta, dan kehormatan muslim lainnya.” (HR. Muslim no. 2564).

Intinya, saya kembalikan keppada hati mbak, buanglah rasa benci itu, terimalah dia sebagai saudara mbak. Arahkan kepada jalan kebaikan dengan cara yang baik dan hikmah. Hadist Rasulullah tentang 3 perilaku menyikapi kemunkaran di atas adalah sebagai ukuran kepada kita, sampai dimana sekarang derajat iman kita?
Bersyukurlah Kerna Allah menjadikan pola hidup dan sikap Mbak jauh dari kemunkaran dan tatakrama yang kurang baik. Nyatakan syukur itu dengan memberi manfaat kepada orang lain. Sejahat-jahat manusia, jika ia masih memegang syahadat di hatinya, dia adalah saudara kita.
Niatkan semua kerna Allah, berhasil atau tidaknya usaha mbak, jika mbak mengawali niat dengan baik, insyaallah ujungnya adalah Mbak memandang Allah. Allah Maha Melihat. Apakah hati mbak akan sakit lagi jika segala sesuatu usaha dan pandangan mbak telah menuju kepada rahmatNya?

Insya-Allah, saya yakin tidak. Berdakwalah. Sebarkanlah manfaat dan rahmat di muka bumi.
smoga Allah memberi kekuatan dan hidayah kepada Mbak. Inilah yang bisa saya sarankan kepada Mbak.
Semoga bermanfaat,
Wassalam :)

Muchlis Al-Habibi said...

Kepada Anonymous, Syukron katsir. Kiranya artikel ini bermanfaat untuk kita semua. Terimakasih atas doanya, Semoga Allah mengijabahkannya. Amiiin ya Allah.
Terimakasih sudah berkunjung dan membaca artikel ini.
wassalam :)

Yulian Aprianti said...

Jika kita membenci saudara kita yg muslim, tidak diperbolehkan lebih dari 3 hari. Tapi bagaimana jika ada perkara/perselisihan dg saudara yg non muslim. Apa yg harus kita lakukan?

Anonymous said...

Assalamualaikum..sy ingin bertanya macam mana untuk melawan rasa benci pada seseorang?sebelum ini,saya dan kawan saya agak rapat,jadi mungkin kerana itu dia lagi tunjukkan perangai dia yang pemarah,degil hanya kepada saya..setiap kali itu berlaku,saya yang akan mengalah..tapi lama kelamaan perasaan saya yang hanya mengalah dan sedih itu bertukar marah dan mungkin berdendam untuk balas balik apa yang dia pernah buat kepada saya..saya tahu saya hanya sakitkan hati sendiri dengan berbuat begitu,tapi saya xboleh halang dah perasaan marah dan benci terhadap dia..kadang2 kalau dia berbuat baik atau ceria,saya rasa menyampah atau tidak suka..jadi apa cara yang effectif yg saya boleh buat untuk hilangkan perasaan ini..

noniwijaya said...

Assalamualaikum...saya..punya masalah dengan sepupu sy..seorang pria..dulu kami dekat...dan saya merasa..dy menyukai..saya..namun..perasaan itu tidak pernah diungkapkn..scr terbuka dengan saya..cm kami.sepertinya trlalu berat..untuk berpisah..mskipun.
Kami tahu tidak mungkin untuk bersama..karena sy takut apakah km bs menikah suatu hari..nanti
Perlu diketahui..km sama2 sangat saling menyayangi dan..menjaga kehormatan dan kesopanan masing2..kami sepupu tapi bukan dari kakek/ nenek yg sama..tp buyut..sedangkn orang tua saya..krn ada perselisihn dgn orangtuanya..sgt menentang hub. Kami..hingga suatu hr saya..menghadap ayah saya.untuk menyampaikan apa yg sy rasakan thd sepupu..tnp mengkonfirmasi terlbih dahulu..ayah saya..mendesak sepupu saya..sehingga sungguh sy teramat malu tak terelakkan..krn sepupu sy jg syok..dan menolak saya..bhkan..tdk mau lagi berkomunikasi dgn saya dan saya jg tdk bs memahami..knp sikapnya..bertolak belakng dngn apa yg sy ketahui..mgkinkah dy mendendam..dhingga spt ini..dan akhirnya ada kabar akn menikah..sungguh trmat sakit..namun iman kpd Allah..membuat sy ttp kuat..hy saja..sikapnya..yg tdk membals itikat baik sy.mskipun sy tlhh iklas dan rela..mnimbulkn penolakn yg sama..shingga sy pun berniat utk tdk menghadiri perhelatan nikahnya...bagaimanakah..saya melupakan..perasaan ini..kalau memang marah seharusnya sy yg merasa dipermainkn..tp knp dy yg menolak menyambung silaturahim dgn saya..trmksh ..wassalm

Anonymous said...

assalamualaikum, setelah saya baca artikel satu ini saya ingin sekali untuk bertanya sesuatu yang mungkin janggal dari dulu sampai saat ini,
saya anak pertama perempuan, ayah saya seorang polisi yang dulunya dididik sangat amat keras dan kejam. dari saya kecil sama memang disiksa mulai dari di borgol, di tampar, dimaki2, di sabet gesper dan banyak lagi, walaupun kadang salahnya itu bisa di selesaikan dengan baik2.
sampai beranjak besar saya masih timbul dendam sama ayah saya, ayah saya tidak bisa dikasih pendapat, tidak bisa dibecadain sedikit, tidak bisa menjadi teman yang baik, kalau berbicara selalu langsung marah kalo ada hal yg mungkin ada beda pendapat. sampai akhirnya saya ingin menikah
saya bingung harus gmn dengan perasaan ini.. setiap saya memandang ayah saya, saya sangat benci yang amat mendalam. dan setiap ada minta pendapat sama ibu dan ayah saya, salah paham sedikit langsung ayah saya bicara kasar dan tinggi selalu dan selalu seperti itu dari kecil hingga besar dan bicara saya anak kurang ajar dll. padahal ibu saya menanggepinnya becanda juga sama seperti saya.
dan waktu pertama saya mendapat kerjaan ayah saya selalu menyepelekan saya, entah dari gaji, entah dari kantor, dan entah dari libur.. semuanya hidup saya selalu disepelekan oleh ayah saya...
saya pernah bicara dengan ayah saya kalau tidak semua yang ayah liat dan dengar itu hal yg membuat berantem keluarga, tp ayah saya bicara lagi, kalau saya lancang
apa yg harus saya lakukan. setiap hari-hari saya, jika melihat ayah saya sendiri rasanya tidak pingin ada dia didunia ini. dan suatu hari saya tidak sengaja ada sebuah sms dari wanita lain yg bukan ibuku, dia sms sangat mesra dengan ayah saya, itu membuat saya makin dendam dan makin dalam rasa sakit itu, karena saya merasa ayah saya tidak bisa membahagiakan ibu saya dan anaknya tapi malah cari perempuan lain
apa yg harus saya lakukan terhadap ayah saya yg amat kasar itu?? terima kasih maaf kalau ada kata2 yang kurang berkenan
wasalamualaikum

Anonymous said...

Assalamualaikum wr.wb

Jika yg membenci itu orang yg pernah kita sayangi bagaimana? apakah kita harus membencinya kembali ataukah berbuat baik kepada orang yg dlu pernah kita sayangi?

wassalamualaikum wr.wb

Romdoni Agung Purbayanto said...

Dendam...
Sesuatu yg di bisa di bilang motifasi terbesar dalam hidup saya
Saya tidak akan pernah melakukan hal yg mereka lakukan
Tapi, walaupun saya dapat mengubah energi negatif menjadi motifasi, tetap saja timbul rasa kebencian yg teramat dalam.
Lantas saya meng-akali kebencian saya dengan meninggalkan mereka sekalipun itu sesuatu yg tidak benar
Walaupun demikian tetap saja saya tidak dapat membuat hati saya menjadi lebih tenang walaupun saya terlihat tenang di depan mereka
Mohon bimbingan nya

Wassalamualaikum

Humam Maulana said...

Assalamualaikum ustd
Entah kenapa hati saya sangat sensitif, cepat sekali dendam memasuki hati saya walaupun masalahnya kecil, alhamdulillah saya ada berzikir dan bersedekah, bagaimana solusinya ustd?

Muchlis Al-Habibi said...

Assalamu'alaikum Mbak Yulian Aprianti, Afwan kerna kesibukan saya mungkin terlalu lama merespon.
Perkara kebencian terhadap orang2 non muslim dapat berpondasi kepada kode etik dan tentunya kita berpondasi kepada quran dan Hadist. Sebelumnya snaya jelaskan bahwa dengan kondisi apapun kita tidak bisa mengatakn bahwa kita bersaudara dengan muslim, berdasarkan pertanyaan Mbak “ saudara kita yang non muslim” itu tidak benar. Heheheh 

Rasulullah SAW telah mencontohkan kepada kita bagaimana menghadapi mereka yang non muslim. Sikap seorang muslim kepada non muslim dalam soal hati, cinta dan kebencian hati didasarkan kepada perilaku mereka kepada Allah. Kerna mereka tidak beriman kepada Allah dan menyekutukanNya, selayaknya kita harus membenci mereka. Tapi dalam hal ini, benci bukan berarti sikap menzalimi. Kita punya toleransi dank ode etik, islam bukanlah agama jahiliyah melainkan Islam adalah agama yang punya toleransi dan tatakrama yang baik yang semuanya diatur dalam quran dan Hadist.
Menurut pendapat ulama, Rasulullah membedakan kafir itu dalam 4 bagian, :

Kafir harbi atau kafir muharib, yaitu orang kafir yang berada dalam peperangan dan permusuhan terhadap kaum muslimin
Kafir dzimmi, yaitu orang kafir yang hidup di tengah kaum muslimin di bawah pemerintah muslim dan mereka membayar jizyah setiap tahun
Kafir mu’ahhad, yaitu orang kafir yang sedang berada dalam perjanjian dengan kaum muslimin dalam jangka waktu tertentu
Kafir musta’man, yaitu orang kafir yang dijamin keamanannya oleh kaum muslimin

Tapi secara garis besar dapat kita kelompokkan menjadi 2 bagian berdasarkan Hadist Rasulullah SAW, Ibnu ‘Abbas radhiallahu’anhuma: “Dahulu kaum musyrikin terhadap Nabi shallallahu’alaihi wasallam dan kaum mukminin, mereka terbagi menjadi 2 kelompok: musyrikin ahlul harbi, mereka memerangi kami dan kami memerangi mereka dan musyrikin ahlul ‘ahdi, mereka tidak memerangi kami dan kami tidak memerangi mereka” (HR. Bukhari)
Berdasarkan itu, kita tidak dilarang untuk memutuskan hubungan dengan mereka , kita boleh bekerjasama dalam hal muamalah dan kemaslahatan sosial. Dan kita pastinya terpisah dalam perkara ibadah sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah :
Katakanlah: "Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allâh, padahal Dia adalah Rabb kami dan Rabb kamu; bagi kami amalan kami, dan bagi kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati. [Al-Baqarah/2: 139]

Simpulnya…, kembali kepada hadist rasulullah SAW yang saya tuliskan di atas. kita wajib membenci mereka dari perbuatan mereka yang mengganggu Islam bahkan kita boleh memerangi mereka, tapi jiak mereka tidak mengganggu syariat kita layaknya seorang muslim yang baik kita harus berbuat baik pula. heheh, keknya dah 2 sks ni ya?? tak apalah…, semoga bermanfaat
wassalam

Muchlis Al-Habibi said...

kepada Anonymous dengan pertanyaan kawan yang dulunya rapat, tapi seuka marah, degil dan lainnya.,
Wa’alaikumusslam warohma,
Tentunya seseorang ingin dihormati juga layaknya kita mnghormatinya. sungguh jengkel juga rasanya jika punya kawan macam itu, hehehe
Tapi jengkelnya jangan berlama-lama ya..., sebelum terjebak dalam kebencian, harusnya kita kenali dahulu siapa kawan dekat kita tersebut?? Apakah hanya kepada kita dia berbuat demikian atau mungkin kepada semua orang. Dalam catatan, setiap kita ciptaan Allah memiliki karakter dan sikap bawaan masing2 yang sangat susah diubah atau bahkan tidak bisa diubahnya. Dari itu kita harus lebih mengerti tentang perangainya,
Tapi jika memang dia berbuat demikian hanya kepada kita saja.., saran saya coba cari waktu yang tepat.., ajaklah bermusyawarah. Tanyakan alasan mengapa dia berbuat demikian dengan sikap yang baik dan santun. Jangan sampai terbawa emosi. Kemudian kita akan bisa saling koreksi diri.
Anda bilang kadang- kadang ia juga berbuat baik dan ceria tapi anda merasa menyampah dan tidak suka. Itu adalah detektor kebencian sudah bersarang di hati. Coba lapang kan dada, berperasangkan baik, mungkin sifat tidak baik darinya adalah memang sifat bawaan. Kerna dia juga masih mau berbuat baik seperti yang anda jelaskan. Mungkin step by step dari tulisan saya di atas bisa dipraktekkan terlebih dahulu, insyaallah masalahnya bisa diatasi.
Ingat.., coba pelajari karakternya. Kita tidak bisa memaksakan seseorang harus bisa sesuai yang kita inginkan, melainkan kita bisa menyesuaikan diri dan menerimanya apa adanya. Jadilah bijaksana.
Semoga bermanfaat. Wassalam :)

Nur hayati said...

Assalamualaikum.
Bagaimana y cara menghilangkan rasa dendam dihati karena orang ygiri dgn kita

JFree Luck said...

bagaimana cara menghilangkan dendam terhadap keluarga dan orang2 dilingkungan kita??

Anonymous said...

Saya juga memiliki rasa benci juga dendam hanya saja saya tidak ingin larut didalamnya saya berusaha menegur bahkan mengajaknya berbicara tapi seringkali dia membuang muka jika saya sapa juga pura2 tak mendengar jika saya mengajaknya berbicara...rasanya sakit sekali tapi saya tetap berusa menyapa dan tersenyum...lalu saya mulai lelah yang terpikir oleh saya saat ini hanyalah satu bagaimana membuang rasa benci jg sakit hati ini dan seolah2 saya tak pernah bermasalah dengan mereka...

Anonymous said...

Saya juga memiliki rasa benci juga dendam hanya saja saya tidak ingin larut didalamnya saya berusaha menegur bahkan mengajaknya berbicara tapi seringkali dia membuang muka jika saya sapa juga pura2 tak mendengar jika saya mengajaknya berbicara...rasanya sakit sekali tapi saya tetap berusa menyapa dan tersenyum...lalu saya mulai lelah yang terpikir oleh saya saat ini hanyalah satu bagaimana membuang rasa benci jg sakit hati ini dan seolah2 saya tak pernah bermasalah dengan mereka...

Anonymous said...

As salam ustaz. Nama saya Nur. Boleh sy tau fb id ustaz supaya bisa saya msg personal sama ustaz.
Terima kasih.

hh said...

Hatiq jg di slimuti dgn kbencian yg mendalam.. Tp q binun mw koment apa... Krna bagiq itu smua adalah takdir hidup yg di brikan allah kpada kita.

Leony Angga said...

assalamualaikum...
sejak 2011 sampai skrg aku di musuhi ibu kandungku,,, beliau sangat membeciku lantaran wkt itu aku menolak perjodohan dr beliau, hingga ibu,,, cuek dan gak mau tau tentang kelanjutan hdku,, aku sapa pun beliau tdk menjawab. hingga,,,, q putuskan pergi merantau ke Luar negeri. diluar negeri 3th, dan stlh itu aku kembali indoNesia,, dan plg kermh orgtuaku, dan ibuku tetap tak mau kusapa, seperti msh marah dgku.. hingga aku putuskan untuk menikah dg pilihanku, namun, ibukupun tak mau merestuiku, dy acuh dan gak mau tau tentang aku . kalo ayahku,, selalu mensuport aku, slu mendukung aku selama aku bs bahagia, hanya ibuku yg msh cuek dgku,, aku sebenarnya kangen dg ibu, tp ,,, ibu..... sepertinya sudah tidak mengingkan aku. trimakasih. mohon dikasih solusi

wassalam...

Iki Lubis said...

Assalamuailaikum, maaf baru bergabung. Singkat cerita saya ingin meminta bantuan utk cara menghikangkan rasa benci itu sendiri. Rasa benci itu berawal dari teman saya sendiri mas, saya membencinya karna sifatnya yang terllau berlebihan dalam bersikap dan berbicara seperti wanita yang mentel gtu mas hehe, karna sejujurnya saya mmg sgt kurang respect dgn org seperti itu, terlebih dia begitu dgn pacar saya dlu, tapi dulu mas skrg sudah engga. Padahal kami berteman baik, bahkan sampai skrg masih berteman, dan saya masih menyimpan rasa benci itu mas, karna terkadang cemburu melihat dia berbicara dgn mantan saya, cemburu ketika dia jauh lbh hebat dari saya, banyak sifat yabg buruk yg saya letakkan kepdanya mas. Jadi krna itu saya ingin memperbaiki diri, bagaimana saya bisa menerima semua kekurangan dan kelebihannya mas? Bisa memaklumi sifat nya yg saya tidak suka? Dan menjauhi rasa benci itu sendiri utk persahabatan kami. Karna saya sudah lelah meraskan benci ini mas, saya sadar rasa benci ini merugikan diri saya sendiri. Ttp sll saya coba utk tdk membwncinya, ttp trkdg bisa trkdg tidak. Bagaiman utk sll konsisten agar sll menghapus rasa benci drnya mas, pdhl dia juga baik dengan saya. Mohon bantuannya mas :(

Silahkan Beri Komentar Saudara...

Home

Terpopuler