Selamat membaca
Menghilangkan Benci Dan Dendam Dengan Petunjuk Quran dan Hadist
semoga bermanfaat

Google+

Menghilangkan Benci Dan Dendam Dengan Petunjuk Quran dan Hadist

" Daku hanya mengingatkan pada yang lupa, juga mengingatkan pada diri sendiri "

Menghilangkan Benci Dan Dendam Dengan Petunjuk Quran dan Hadist

Assalaamu'alaikum...

Tiada bosan penulis ucapkan salam kepada semua saudaraku seiman yang tentunya telah mendapat hidayah untuk membersihkan qalbunya dari penyakit hati yang sangat berbahaya untuk fisik dan mentalnya. Sehingga diberi petunjuk untuk sudi membaca tulisan ini yang mungkin bisa jadi masukan atau saran untuk kita semuanya. Ialah Benci dan Dendam, yang merupakan penyakit yang tiada memiliki wujud fisik yang nyata, dan merupakan dua di antara beberapa macam penyakit hati yang sangat merugikan diri si pelakunya.

Secara bahasa Benci adalah suatu perasaan tidak suka, ketidak tertarikan seseorang terhadap sesuatu, dan banyak juga disebutkan bahwa benci itu adalah lawan kata dari cinta dan kasih sayang. Sedangkan Dendam dalam bahasa arab hiqid yang berarti permusuhan dalam batin yang menanti-nanti waktu yang tepat untuk  membalaskannya. Secara bahasa dendam adalah rasa marah yang tidak terlampiaskan atau tidak tersalurkan sehingga di dalam hati menjelma menjadi sifat buruk yang selalu berkeinginan membalas perbuatan orang lain. Dengan catatan yang dimaksud dengan benci dan dendam dalam tulisan ini adalah merujuk kepada hubungan kepada sesama kita, manusia terutama di antara seorang muslim dengan muslim lainnya.

Adalah sangat wajar, sebagai manusia yang menjalankan hidup dan qodratnya sebagai makhluk sosial yang sangat membutuhkan adanya orang lain dalam hidupnya. Tentu sebagai manusia yang juga tiada sempurna bisa melakukan suatu kesalahan yang mungkin disengaja atau tidak dengan niatnya. Hal inilah yang sering menimbulkan benci, benci dan benci yang terus disimpan dalam hatinya sampai pada tahap dendam yang selanjutnya mencari cara untuk membalaskan semua perbuatannya karena hanya hal itu yang mungkin akan jadi penawar rasa Benci dalam hatinya. Na'udzubillah.

Saudaraku, sebagai seorang muslim tentunya kita berpegang dengan dalil dan aturan yang telah ditetapkan untuk kita, kita tentunya menjadikan al-quran sebagai kitab pedoman hidup yang didukung dengan hadist dari Rasulullah. Tahukah kita saudaraku jika kedua hal ini, Benci dan Dendam merupakan sifat yang tiada terpuji yang pasti tak akan pernah mendapat ridho Allah. Dan paling bahayanya sifat ini dapat menghabiskan semua amalan baik dan menuntun kita ke neraka. Semoga kita tidak termasuk di dalamnya, Amin.

Sekarang mari kita merujuk kepada diri kita sendiri. Mungkin pernah ada rasa benci dan dendam dalam hati. Apakah yang kamu rasakan saudaraku? Bukankah benci dan dendam itu menyiksa batinmu? Apakah ada kepuasaan yang hakiki di dalam qalbumu andai jika melihat orang yang engkau benci harus mengalami luka yang sama dengan yang kamu rasakan? Atau andai jika dendam yang telah engkau balaskan, akankah apa yang membuatmu mendendam itu akan kembali kepadamu? Sehingga silaturrahmi pun akan terputus, padahal dalam hadist Rasulullah bersabda :

“Tidaklah halal bagi seorang muslim untuk meninggalkan saudaranya lebih dari tiga malam. Keduanya juga saling bertemu, tetapi mereka tidak saling mengacuhkan satu sama lain. Yang paling baik diantara keduanya yang terlebih dahulu memberi salam”. 
(HR. Muslim)

Andai saja kita jujur, pasti benci dan dendam membuat hatimu panas terbakar amarah, menghilangkan ketenangan hatimu, membuatmu bersikap tidak karuan, menghilangkan seleramu kketika berjumpa dengan seseorang yang engkau benci. Coba pertimbangkan, apakah itu menguntungkan atau bahkan merugikan dirimu? Andai saja kita jujur saudaraku.

Karenanya, mari kita hindari diri dari sifat ini karena pada hakikatnya merugikan diri kita secara lahir dan batin. Islam sebagai jalan yang lurus untuk semua ummat dapat memberikan solusi yang baik untuk menuntun kita ke jalan yang benar. Ada banyak solusi menghilangkan rasa benci dan dendam di hati kita. Ialah :

- Banyak-banyaklah berdzikir (mengingat Allah),

insyaallah akan ada ketenangan di hatimu sebagai mana firman Allah :

"Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah (zikrullah) hati menjadi tenang".
[Q-S Ar-Ra'd ayat 28.]

- Bersabarlah

Dari Abu Hurairah R.A., Rasulullah saw bersabda, Orang yang hebat itu bukanlah orang yang kuat pukulannya, sesungguhnya orang yang kuat adalah yang mampu mengekang hawa nafsunya ketika marah. (H.R. Bukhari dan Muslim)
*mengekang hawa nafsu tentunya memerlukan kesabaran dan keimanan yang kuat.

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
[Surat Ali Imron 3 : 134]

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
[Q.S Al-Baqoroh 2 : 153]

- Jadilah Seorang Pemaaf

Allah berfirman :

"...Maka barangsiapa yang memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas tanggungan Allah." 
[Q.S.Asy-Syura : 40]

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

[Q.S Ali Imron 3 : 159]

Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.

[Q.S Al-Baqoroh 2 : 263]
Dalam hadist :

"Rasulullah SAW bersabda, "wahai Uqbah, bagaimana jika kuberitahukan kepadamu tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? Hendaklah engkau menyambung hubungan persaudaraan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, hendaklah engkau memberi orang yang tidak mau memberimu dan maafkanlah orang yang telah menzalimimu."
 (HR.Ahmad, Al-Hakim dan Al-Baghawy).

"Ada 3 hal yang apabila dilakukan akan dilindungi Allah dalam pemeliharaanNya dan ditaburi rahmatNya serta dimasukkanNya ke dalam surgaNya yaitu : apabila diberi iia berterimakasih, apabila berkuasa ia suka pemaaf dan apabila marah ia menahan diri"
[HR. Hakim dan Ibnu Hibban]

- Biasakanlah diri Berperasangka Baik


Dalam al-quran Allah berfirman :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia sangat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia sangat buruk bagimu. Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” 
[Q.S. Al-Baqarah : 216]

”Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebahagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain.Sukakah salah seorang diantara kamu, memakan daging saudaranya yang sudah mati ?.Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.Dan bertakwalah kepada Allah Tuhan Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
[QS.Al-Hujuraat :12]

- Ingatlah bahwa Dendan dan Benci itu merugikan dirimu sendiri

Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umat terdahulu yaitu penyakit sombong, kufur nikmat dan lupa daratan dalam memperoleh kenikmatan. Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megahan dengan harta. Mereka terjerumus dalam jurang kesenangan dunia, saling bermusuhan dan saling iri, dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan kezaliman (melampaui batas).
(HR. Al Hakim)

Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). 
[Q.S Al-Maidah : 91]

- Jangan Sombong dan menganggap diri paling benar
Mari kita koreksi diri, adanya kejadian pasti karena ada penyebabnya. 

"Tidak akan masuk syurga siapa saja yang di dalam hatinya ada seberat biji sawi dari kesombongan."
[HR. Muslim]

- Ikhlas dan Tawakkallah

Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya,dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,  dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki
[Q.S Al-Falaq 1-5]

Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan,Dan katakanlah: "Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan,Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku."
[Q.S Al-Mu'minuun 96-98] 

-Dan jika benci dan dendam itu tak jua hilang, maka ingatlah kebaikannya saja, mungkin ada kebaikan yang pernah ia lakukan untuk kita, jangan selalu memikirkan keburukannya, kejahatannya dan sifatnya yang kurang terpuji, Insyaallah hati kita akan terobati.


Itulah yang dapat penulis sarankan dalam perkara Menghilangkan Benci Dan Dendam di hati kita. Semoga Petunjuk dan hidayahNya selalu bersama kita.

Mari sama-sama kita berdoa,

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu, teguhkanlah hati kami diatas ketaatan kepadamu,arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepadamu, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”
Amiin, ya Robbal 'aalamiinnn...

Semoga bermanfaat untuk kita semuanya,

“Manusia akan tetap berada di dalam kebaikan selama dia tidak mempunyai rasa benci.”
(HR. Thabrani)

Wassalam :)
Silahkan Bookmark and Share artikel ini:
Written by: Muchlis Al-Habibi
Al-Kautsar_@n Islamic Side Updated at: 1:34:00 AM

9 komentar

Anonymous said...

Klo org yg kita benci tu satu rumah dgn kita bagaimana? Stiap melihat orgnya pasti sebel,benci dan dendam yg teramat sangatnya bikin gila. Ada satu hari hati tenang tdak ada kebencian seikit pun pada org nya. Tpi kebencian tu lebih dahsyat dri rsa kesedaran dan kemaafan itu.. Tolong brikan solusi yg dpat menginsafkan jiwa.

Muchlis Al-Habibi said...

Alhamdulillah...., andai saya bisa tahu nama saudara, saya ucapkan terimakasih telah berkunjung.

Benci dengan orang yang satu rumah.
Na'udzubillah....
Saudaraku..., andai ia adalah keluarga, tanamkan dalam hati, bagaimanapun sedarah dengan saudara.
Ada hal yang paling mudah dikerjakan, coba dengan hati yang tenang, satu rumah pasti sudah menjalani hari2 bersama, ingatkan dalam hati dan pikiran saudara kepada kebaikannya saja. Walaupun mungkin kebaikannya hampir gak ada, tapi ingatlah yang ada walau sedikit.
Saudaraku..., jika jua tak bisa, coba sayangi diri sendiri.
tentunya dengan mencoba ikhlas untuk memaaffkan. "Apapun itu aku telah memaafkanmu"
Banyangkan sakitnya saudara setiap kali bersua atau ingat, tanya diri sendiri, siapa yang rugi? Saudara bisa bad mood, emosi, serba salah. Yang rugi saudara sendiri.
ketiga, coba saudara pahami kembali dalil2 di atas. Coba saudara tanamkan dalam hati dan pikiran saudara, hidarkan diri dari bisikan syetan.

dan jika tidak jua, cobalah untuk tidak satu rumah dulu. Secara rasio.., kesenjangan atau jarak dapat memupuk persaudaraan jadi lebih baik.

Semua kuncinya ada dalam hati saudara. Wallahua'lam :)

Anonymous said...

Izin untuk menggunakan sebagian artikel ini dalam tulisan saya akhi...

Muchlis Al-Habibi said...

silahkan akhi..., semoga bermanfaat :)

januar surya said...

syukron artikelnya. sangat bermanfaat.

bisnis online menguntungkan, akses www.kiostiket.com

Anonymous said...

tanam kan iman dalam bertutur sapa pada keluarga jangan lupa ahlak mu dan juga ama orang lain .................... amin

Muchlis Al-Habibi said...

Alhamdulillah.....,
Terimakasih atas komentarnya akhi Januar dan anonymous...
smoga bermanfaat :)

hatingmyself said...

Assalamualaikum...saya tertarik dgn nota yg ditulis saudara...saya mempunyai masalah dengan kawan2 rapat...wlupun sy tau mereka tidak mnyukai saya namun sy cuba abaikan...saya snggup dtg dr seberang smata2 utk mnghdiri knduri kahwin kawan.,,tp stlah brssh payah, still kwn2 yg lain ckp blkg...bkn nak mnuduh, but i see at their face and gesture...hurm,xpasal2 sy sggup balik wlupun dh abeh brtus2(im penggnggur k amd even amt just ratus2 bg sy still bnyk)...ntahla first time rsa ptus asa dgn dorg smpi sggup larikan diri...ntahla...sy sndiri xtau pe yg sy but as i come to met them, sy dh bniat utk jga tgkh laku spya dorg x trasa ht o watever bad things laa.,.bila jmpa sorg, ntahla mcm ok je...bolh mluah2...but ble dh jmpe mmbe yg lain, sy rsa trpinggir...seriously mcm org asing...entahlaa kan...just nak mluah ape yg trbuku...btw sy mmg ngaku mmg x rmi kwan n sy anggap dorg is my true fren...tp ble jd cmni...dh xnk dh nk bsmpati or fk wateva +things psl dorg...thanxs for the notes ya,..will took it as advices :)

Muchlis Al-Habibi said...

alhamdulillah...., syukron atas dah singgah dan komentar kat posting nih.. ( cuba sdikit cakap malay, heheh ).
masalah saudara ( tak tahu nama pula, tak mungkin saya panggil hatingmyself ) dah saya paparkan dalam tulisan ini. cuba fahami lagi bagian sabar.

usaha saudara dah menyambung silaturrahmi tiada sia2, Allah Maha Melihat dan Penyayang. Tidak hal itu harus membuat saudara berputus asa kepada ridha Allah, andai mereka belum jua mahu membalas kebaikan saudara, ikhlas dan tawakkallah. doakan kebaikan atas mereka. bersihkan hati saudara dari perasangka2 yg ianya hanya akan undang kehadiran syetan laknatullah.

kembali kepada diri saudara sendiri, cubalah untuk tetap muhasabah diri. ada perkara pasti ada penyebabnya. setelah itu mohon ampunlah kepadaNya.

semoga Allah memberi cahaya kepada saudara dan kepada karib saudara yg skrg menjauhi saudara.

Amiiin...

Silahkan Beri Komentar Saudara...

Home

Terpopuler