Selamat membaca
Menghilangkan Benci Dan Dendam Dengan Petunjuk Quran dan Hadist
semoga bermanfaat

Jalan Ukhuwah

Menghilangkan Benci Dan Dendam Dengan Petunjuk Quran dan Hadist

" Daku hanya mengingatkan pada yang lupa, juga mengingatkan pada diri sendiri "

Menghilangkan Benci Dan Dendam Dengan Petunjuk Quran dan Hadist

Assalaamu'alaikum...

Tiada bosan penulis ucapkan salam kepada semua saudaraku seiman yang tentunya telah mendapat hidayah untuk membersihkan qalbunya dari penyakit hati yang sangat berbahaya untuk fisik dan mentalnya. Sehingga diberi petunjuk untuk sudi membaca tulisan ini yang mungkin bisa jadi masukan atau saran untuk kita semuanya. Ialah Benci dan Dendam, yang merupakan penyakit yang tiada memiliki wujud fisik yang nyata, dan merupakan dua di antara beberapa macam penyakit hati yang sangat merugikan diri si pelakunya.

Secara bahasa Benci adalah suatu perasaan tidak suka, ketidak tertarikan seseorang terhadap sesuatu, dan banyak juga disebutkan bahwa benci itu adalah lawan kata dari cinta dan kasih sayang. Sedangkan Dendam dalam bahasa arab hiqid yang berarti permusuhan dalam batin yang menanti-nanti waktu yang tepat untuk  membalaskannya. Secara bahasa dendam adalah rasa marah yang tidak terlampiaskan atau tidak tersalurkan sehingga di dalam hati menjelma menjadi sifat buruk yang selalu berkeinginan membalas perbuatan orang lain. Dengan catatan yang dimaksud dengan benci dan dendam dalam tulisan ini adalah merujuk kepada hubungan kepada sesama kita, manusia terutama di antara seorang muslim dengan muslim lainnya.

Adalah sangat wajar, sebagai manusia yang menjalankan hidup dan qodratnya sebagai makhluk sosial yang sangat membutuhkan adanya orang lain dalam hidupnya. Tentu sebagai manusia yang juga tiada sempurna bisa melakukan suatu kesalahan yang mungkin disengaja atau tidak dengan niatnya. Hal inilah yang sering menimbulkan benci, benci dan benci yang terus disimpan dalam hatinya sampai pada tahap dendam yang selanjutnya mencari cara untuk membalaskan semua perbuatannya karena hanya hal itu yang mungkin akan jadi penawar rasa Benci dalam hatinya. Na'udzubillah.

Saudaraku, sebagai seorang muslim tentunya kita berpegang dengan dalil dan aturan yang telah ditetapkan untuk kita, kita tentunya menjadikan al-quran sebagai kitab pedoman hidup yang didukung dengan hadist dari Rasulullah. Tahukah kita saudaraku jika kedua hal ini, Benci dan Dendam merupakan sifat yang tiada terpuji yang pasti tak akan pernah mendapat ridho Allah. Dan paling bahayanya sifat ini dapat menghabiskan semua amalan baik dan menuntun kita ke neraka. Semoga kita tidak termasuk di dalamnya, Amin.

Sekarang mari kita merujuk kepada diri kita sendiri. Mungkin pernah ada rasa benci dan dendam dalam hati. Apakah yang kamu rasakan saudaraku? Bukankah benci dan dendam itu menyiksa batinmu? Apakah ada kepuasaan yang hakiki di dalam qalbumu andai jika melihat orang yang engkau benci harus mengalami luka yang sama dengan yang kamu rasakan? Atau andai jika dendam yang telah engkau balaskan, akankah apa yang membuatmu mendendam itu akan kembali kepadamu? Sehingga silaturrahmi pun akan terputus, padahal dalam hadist Rasulullah bersabda :

“Tidaklah halal bagi seorang muslim untuk meninggalkan saudaranya lebih dari tiga malam. Keduanya juga saling bertemu, tetapi mereka tidak saling mengacuhkan satu sama lain. Yang paling baik diantara keduanya yang terlebih dahulu memberi salam”. 
(HR. Muslim)

Andai saja kita jujur, pasti benci dan dendam membuat hatimu panas terbakar amarah, menghilangkan ketenangan hatimu, membuatmu bersikap tidak karuan, menghilangkan seleramu kketika berjumpa dengan seseorang yang engkau benci. Coba pertimbangkan, apakah itu menguntungkan atau bahkan merugikan dirimu? Andai saja kita jujur saudaraku.

Karenanya, mari kita hindari diri dari sifat ini karena pada hakikatnya merugikan diri kita secara lahir dan batin. Islam sebagai jalan yang lurus untuk semua ummat dapat memberikan solusi yang baik untuk menuntun kita ke jalan yang benar. Ada banyak solusi menghilangkan rasa benci dan dendam di hati kita. Ialah :

- Banyak-banyaklah berdzikir (mengingat Allah),

insyaallah akan ada ketenangan di hatimu sebagai mana firman Allah :

"Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah (zikrullah) hati menjadi tenang".
[Q-S Ar-Ra'd ayat 28.]

- Bersabarlah

Dari Abu Hurairah R.A., Rasulullah saw bersabda, Orang yang hebat itu bukanlah orang yang kuat pukulannya, sesungguhnya orang yang kuat adalah yang mampu mengekang hawa nafsunya ketika marah. (H.R. Bukhari dan Muslim)
*mengekang hawa nafsu tentunya memerlukan kesabaran dan keimanan yang kuat.

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
[Surat Ali Imron 3 : 134]

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
[Q.S Al-Baqoroh 2 : 153]

- Jadilah Seorang Pemaaf

Allah berfirman :

"...Maka barangsiapa yang memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas tanggungan Allah." 
[Q.S.Asy-Syura : 40]

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

[Q.S Ali Imron 3 : 159]

Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.

[Q.S Al-Baqoroh 2 : 263]
Dalam hadist :

"Rasulullah SAW bersabda, "wahai Uqbah, bagaimana jika kuberitahukan kepadamu tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? Hendaklah engkau menyambung hubungan persaudaraan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, hendaklah engkau memberi orang yang tidak mau memberimu dan maafkanlah orang yang telah menzalimimu."
 (HR.Ahmad, Al-Hakim dan Al-Baghawy).

"Ada 3 hal yang apabila dilakukan akan dilindungi Allah dalam pemeliharaanNya dan ditaburi rahmatNya serta dimasukkanNya ke dalam surgaNya yaitu : apabila diberi iia berterimakasih, apabila berkuasa ia suka pemaaf dan apabila marah ia menahan diri"
[HR. Hakim dan Ibnu Hibban]

- Biasakanlah diri Berperasangka Baik


Dalam al-quran Allah berfirman :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia sangat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia sangat buruk bagimu. Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” 
[Q.S. Al-Baqarah : 216]

”Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebahagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain.Sukakah salah seorang diantara kamu, memakan daging saudaranya yang sudah mati ?.Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.Dan bertakwalah kepada Allah Tuhan Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
[QS.Al-Hujuraat :12]

- Ingatlah bahwa Dendan dan Benci itu merugikan dirimu sendiri

Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umat terdahulu yaitu penyakit sombong, kufur nikmat dan lupa daratan dalam memperoleh kenikmatan. Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megahan dengan harta. Mereka terjerumus dalam jurang kesenangan dunia, saling bermusuhan dan saling iri, dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan kezaliman (melampaui batas).
(HR. Al Hakim)

Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu). 
[Q.S Al-Maidah : 91]

- Jangan Sombong dan menganggap diri paling benar
Mari kita koreksi diri, adanya kejadian pasti karena ada penyebabnya. 

"Tidak akan masuk syurga siapa saja yang di dalam hatinya ada seberat biji sawi dari kesombongan."
[HR. Muslim]

- Ikhlas dan Tawakkallah

Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya,dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,  dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki
[Q.S Al-Falaq 1-5]

Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan,Dan katakanlah: "Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan,Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku."
[Q.S Al-Mu'minuun 96-98] 

-Dan jika benci dan dendam itu tak jua hilang, maka ingatlah kebaikannya saja, mungkin ada kebaikan yang pernah ia lakukan untuk kita, jangan selalu memikirkan keburukannya, kejahatannya dan sifatnya yang kurang terpuji, Insyaallah hati kita akan terobati.


Itulah yang dapat penulis sarankan dalam perkara Menghilangkan Benci Dan Dendam di hati kita. Semoga Petunjuk dan hidayahNya selalu bersama kita.

Mari sama-sama kita berdoa,

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu, teguhkanlah hati kami diatas ketaatan kepadamu,arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepadamu, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”
Amiin, ya Robbal 'aalamiinnn...

Semoga bermanfaat untuk kita semuanya,

“Manusia akan tetap berada di dalam kebaikan selama dia tidak mempunyai rasa benci.”
(HR. Thabrani)

Wassalam :)
Silahkan Bookmark and Share artikel ini:
Written by: Muchlis Al-Habibi
Al-Kautsar_@n Islamic Side Updated at: 1:34:00 AM

15 komentar

Anonymous said...

Klo org yg kita benci tu satu rumah dgn kita bagaimana? Stiap melihat orgnya pasti sebel,benci dan dendam yg teramat sangatnya bikin gila. Ada satu hari hati tenang tdak ada kebencian seikit pun pada org nya. Tpi kebencian tu lebih dahsyat dri rsa kesedaran dan kemaafan itu.. Tolong brikan solusi yg dpat menginsafkan jiwa.

Muchlis Al-Habibi said...

Alhamdulillah...., andai saya bisa tahu nama saudara, saya ucapkan terimakasih telah berkunjung.

Benci dengan orang yang satu rumah.
Na'udzubillah....
Saudaraku..., andai ia adalah keluarga, tanamkan dalam hati, bagaimanapun sedarah dengan saudara.
Ada hal yang paling mudah dikerjakan, coba dengan hati yang tenang, satu rumah pasti sudah menjalani hari2 bersama, ingatkan dalam hati dan pikiran saudara kepada kebaikannya saja. Walaupun mungkin kebaikannya hampir gak ada, tapi ingatlah yang ada walau sedikit.
Saudaraku..., jika jua tak bisa, coba sayangi diri sendiri.
tentunya dengan mencoba ikhlas untuk memaaffkan. "Apapun itu aku telah memaafkanmu"
Banyangkan sakitnya saudara setiap kali bersua atau ingat, tanya diri sendiri, siapa yang rugi? Saudara bisa bad mood, emosi, serba salah. Yang rugi saudara sendiri.
ketiga, coba saudara pahami kembali dalil2 di atas. Coba saudara tanamkan dalam hati dan pikiran saudara, hidarkan diri dari bisikan syetan.

dan jika tidak jua, cobalah untuk tidak satu rumah dulu. Secara rasio.., kesenjangan atau jarak dapat memupuk persaudaraan jadi lebih baik.

Semua kuncinya ada dalam hati saudara. Wallahua'lam :)

Anonymous said...

Izin untuk menggunakan sebagian artikel ini dalam tulisan saya akhi...

Muchlis Al-Habibi said...

silahkan akhi..., semoga bermanfaat :)

januar surya said...

syukron artikelnya. sangat bermanfaat.

bisnis online menguntungkan, akses www.kiostiket.com

Anonymous said...

tanam kan iman dalam bertutur sapa pada keluarga jangan lupa ahlak mu dan juga ama orang lain .................... amin

Muchlis Al-Habibi said...

Alhamdulillah.....,
Terimakasih atas komentarnya akhi Januar dan anonymous...
smoga bermanfaat :)

hatingmyself said...

Assalamualaikum...saya tertarik dgn nota yg ditulis saudara...saya mempunyai masalah dengan kawan2 rapat...wlupun sy tau mereka tidak mnyukai saya namun sy cuba abaikan...saya snggup dtg dr seberang smata2 utk mnghdiri knduri kahwin kawan.,,tp stlah brssh payah, still kwn2 yg lain ckp blkg...bkn nak mnuduh, but i see at their face and gesture...hurm,xpasal2 sy sggup balik wlupun dh abeh brtus2(im penggnggur k amd even amt just ratus2 bg sy still bnyk)...ntahla first time rsa ptus asa dgn dorg smpi sggup larikan diri...ntahla...sy sndiri xtau pe yg sy but as i come to met them, sy dh bniat utk jga tgkh laku spya dorg x trasa ht o watever bad things laa.,.bila jmpa sorg, ntahla mcm ok je...bolh mluah2...but ble dh jmpe mmbe yg lain, sy rsa trpinggir...seriously mcm org asing...entahlaa kan...just nak mluah ape yg trbuku...btw sy mmg ngaku mmg x rmi kwan n sy anggap dorg is my true fren...tp ble jd cmni...dh xnk dh nk bsmpati or fk wateva +things psl dorg...thanxs for the notes ya,..will took it as advices :)

Muchlis Al-Habibi said...

alhamdulillah...., syukron atas dah singgah dan komentar kat posting nih.. ( cuba sdikit cakap malay, heheh ).
masalah saudara ( tak tahu nama pula, tak mungkin saya panggil hatingmyself ) dah saya paparkan dalam tulisan ini. cuba fahami lagi bagian sabar.

usaha saudara dah menyambung silaturrahmi tiada sia2, Allah Maha Melihat dan Penyayang. Tidak hal itu harus membuat saudara berputus asa kepada ridha Allah, andai mereka belum jua mahu membalas kebaikan saudara, ikhlas dan tawakkallah. doakan kebaikan atas mereka. bersihkan hati saudara dari perasangka2 yg ianya hanya akan undang kehadiran syetan laknatullah.

kembali kepada diri saudara sendiri, cubalah untuk tetap muhasabah diri. ada perkara pasti ada penyebabnya. setelah itu mohon ampunlah kepadaNya.

semoga Allah memberi cahaya kepada saudara dan kepada karib saudara yg skrg menjauhi saudara.

Amiiin...

Damayanti Childiesh said...

IZIN untuk menggunakan artikel ini dalam blog saya

Muchlis Al-Habibi said...

silahkan Mbak.....
mohon sertakan sumbernya :)

Anonymous said...

aslmkm..
apakah salah klo sy slalu msekeluarga.enghindar dr org yg pernah nyakitin saya sekeluarga? walaupun dia adalah nenek dan tante saya sendiri. saya trauma krn mereka pernah hampir menghancurkan rumah tangga orang tua saya akibat adu domba mereka. rasa hormat dan kasih sayang saya serasa sdh hilang. jd sy memutuskan memilih "tidak bersinggungan dgn mrk", ketika mereka mulau meminta maaf .
tetapi ibu sy memperingatkan utk ttp menghormati nenek. kenapa? apa gara3 tdk hormat lg dgn nenek sy termasuk durhaka? bukankah yg wajib utk berbakti itu hanya kepada ibu dan ayah sj (pst bkn nenek). terimakasih.. salam

Anonymous said...

istri saudara kembar suami saya sangat membenci saya slamj 3 thn sy menikah dy tdk prnh menyapa apalagi mengajak bicara sy,padahal sy udh prnh minta maaf dg suami tp trnyatat dy ttp benci pd sy bahkan ketika sy mengajak bersalaman dy malah melengos mukanya yg lbh parah lg anak2nya dilarang utk bermain dg anak sy.menurut anda apa yg seharusnya sy lakukan?kl sy pengenx rukun sm saudara bhkan sy heran knp dy bdg
itu benci pm sy

Muchlis Al-Habibi said...

Assalamu'alaikum....
sayang sekali yang komentar tidak sebutkan nama..
tapi tak apa2 lah....
untuk sahabat saya (menghindari nenek/tante)
memang..., sangat beraat. secara manusiawi kita memiliki rasa trauma. Jujur andai saya ada di posisi itu, saya akui itu sangaaaaaaaaat sulit sekali, sebagai acuan mungkin sahabat pernah dengar hadist ini,,,
Suatu hari Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah, ‘’Wahai Rasulullah, pernahkah engkau mengalami hari yang lebih buruk dari Perang Uhud?’’ Rasulullah menjawab, ‘’Suatu hari aku pernah menemui kaum yang sangat kejam yang belum pernah aku temui, yaitu hari di mana aku menemui kaum kampung aqobah (di Thaif), ketika aku ingin menemui (untuk meminta perlindungan, sekaligus menyebarkan islam) Ibnu Abi Yalil bin Abdi Kulal (salah satu pembesar di Thaif), tetapi dia tidak memenuhi keinginanku, lalu aku pulang dalam keadaan wajahku berdarah (karena perlakuan warganya yang melempaliranya dengan batu). Ketika aku berhenti di Qarnul Tsa’alib (Miqat Qarnul Manajil), aku melihat ke atas dan awan memayungiku sehingga aku merasa teduh. Lalu, aku melihat Jibril memanggilku, seraya berkata: ‘’Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan (hinaan) kaummu dan penolakan mereka kepadamu. Allah telah mengutus malaikat penjaga gunung terhadapmu.’’

‘’Ya Muhammad,’’ sahut malaikat penjaga gunung. ‘’Jika engkau mau supaya aku melipatkan Akhsyabain (dua gunung di Makkahm, yaitu gunung Abi Qubaisy dan gunung yang menghadapnya) ini di atas mereka, niscaya akan aku lakukan.’’ Namun, Rasulullah SAW malah berdoa (tidak ada sedikit pun keinginan untuk membalasnya). Bahkan, aku berharap mudah-mudahan Allah mengeluarkan dari tulang rusuk mereka (keturunan) yang menyembah Allah yang Esa dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun (HR Bukhari Muslim).

hadist di atas shahih dari Bukhari Muslim, sebagai inspirasi akhlak Rasulullah SAW terhadap orang2 yang membencinya. Bahkan malaikat sendiri tidak tahan melihatnya. Tapi dengan tenang Beliau tetap lembut hatinya serta memilih untuk mendoakannya dan keturunannya agar suatu saat berada di jalan Allah.

Secara rasa manusiawi, saya coba kasi pandangan untuk sahabat.
titik berat kepada kalimat "ketika mereka mulau meminta maaf .
tetapi ibu sy memperingatkan utk ttp menghormati nenek"
artinya bagaimana pun orang tua kita itu, adalah mereka jua orang tua kita. Seburuk apapun itu....!!!
Jangan sekali2 ada dendam di hati..., ketahui bahwa dendam dan sifat tidak pemaaf itu adalah berasal dari rasa sombong, tinggi hati krna godaan syetan. Ingat jika orang yg memiliki sombong di hatinya tak akan masuk surga (hadist)
Kalimat sahabat yang ini "apa gara3 tdk hormat lg dgn nenek sy termasuk durhaka? bukankah yg wajib utk berbakti itu hanya kepada ibu dan ayah sj (pst bkn nenek)"
mbak benar..., setahu saya durhaka dalam quran dan hadist hanya kepada orang tua kita. Mbak gk dikatakan durhaka jika ada benci di hati kepada nenek.
saya kasi analogi ya. untuk solusinya mungkin bisa dengan :
1. Ingat kan tentang arti maaf secara hakiki, maaf itu adalah betul2 ikhlas dan bersih hatinya untuk menerima kenyataan dan keadaan seseorang, ketika ia meminta maaf, harusnya hati telah bersih dari dendam dan benci.
2. Coba bayangkan perasaan ibu sahabat juga, bagaimana perasaannya jika anak2nya membenci ibu kandungnya sendiri. seorang anak pasti sangat mencintai ibunya. Andai sahabat ada pada posisinya, insyaallah sahabat mengerti.
3. Sebagai masa recovery diri.., sahabat boleh saja seperti menghindar (sementara, bukan berkepanjangan) utk menyembuhkan luka. Cukupkan dengan kejadian di masa lalu adalah sebagai pelajaran untuk kita. Setidaknya sahabat dah tahu bagaimana sifat nenek dan tante sahabat.
Saya jujur, saya sudah merasakan apa yang sahabat rasakan,... itu yang saya selalu berusaha untuk melakukannya. smoga Allah memberi petunjuk dan ketentraman di hati kita. Amiiiin

Muchlis Al-Habibi said...

sahabat saya yang bertanya tentang istri dari kembaran suaminya....
Mbak..., ada beberapa saran dari saya yang mungkin bisa mbak lakukan
1. Tentang mbak yang dah minta maaf tapi tetap saja keras hatinya. Mbak harus ingat bahwa yang menggenggam hati kita itu adalah Allah, Allah yang membolak balikkan hati kita. Allah yang berhak memberi hidayah kepada hambaNya. Klu mbak dah minta maaf, tapi masih juga ia keras, biarkanlah..,sabar dan doakan supaya Allah memberi hidayah kpda hatinya. Setidaknya Tali silaturrahmi itu dah mbak sambung kembali. Allah Maha melihat. Kekerasan hatinya merupakan cobaan untuk mbak, apakah mbak akan mengikuti hatinya atau mbak tetap dalam keadaan menjaga silaturrahmi dengannya. Klu istrinya blm mau akur dengan mbak..., ya biarlah waktu yang menjawabnya. Mbak juga gak tinggal dengan dia kan??
yg tinggal sama mbak itu adalah suami dan anak2 mbak tooh?? Tapi harus selalu hormat, bagaimana pun mereka itu family mbak.
2. Klu mbak ingin akur dengan dia, coba instrospeksi diri dulu, jgn langsung salahkan orang lain dari sikapnya. Coba ingat kembali apa yang membuat hatinya keras seperti itu kpda mbak. atau mungkin tambahan, coba cari hal2 yang mungkin membuat hatinya senang dan suka sama mbak. Dengan catatan, mbak bukan mengemis kasih padanya. Lakukan dengan sewajarnya saja, jgn terlalu merendahkan mbak.
3. tentang anak2nya yang dilarang bermain dengan anak2 mbak..., itu salah saru akibat dari ketidak rukunan mbak dengan dia. Gak usah mbak ikut2-an larang anak2 mbak utk melakukan hal yang sama. Klu orang dah benci kepada kita.., biarlah..., toh anak2 mbak masih banyakkan kawan2nya?? bagaimanapun mbak harus selalu berusaha untuk tetap berbuat baik kpda ayah ibunya dan anak2nya. Allah Maha melihat dan Maha Tahu...
itu mungkin saran saya.
Walloohua'laam
wassalam

Silahkan Beri Komentar Saudara...

Home

Terpopuler